
Sunnah-Sunnah Saat Umroh yang Dianjurkan untuk Jamaah
JAKARTA, VIZITRIP – Menunaikan ibadah umroh bukan sekadar perjalanan fisik berpindah dari satu titik ke titik lain. Bagi setiap Muslim, umroh adalah perjalanan hati. Meski rukun dan wajib umroh sudah menentukan sah tidaknya ibadah, mengamalkan sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW akan memberikan dimensi kekhusyukan yang lebih dalam sekaligus memperberat timbangan pahala Anda.
Berikut adalah panduan lengkap amalan sunnah, mulai dari sebelum memakai kain ihram hingga aktivitas di Tanah Suci, yang akan membuat ibadah Anda kian bermakna:
1. Sunnah Sebelum Ihram: Bersih Fisik, Suci Hati
Sebelum melangkah ke miqat untuk berniat, persiapkan diri Anda dengan sebaik-baiknya. Rasulullah SAW mencontohkan kebersihan sebagai bagian dari persiapan sakral ini.
Mandi Besar: Lakukan mandi sunnah ihram seperti mandi janabah.
Rapi Diri: Memotong kuku, merapikan kumis, dan mencabut bulu ketiak/kemaluan.
Wewangian: Gunakan parfum terbaik pada tubuh (bukan pada kain ihram) sebelum mengucapkan niat ihram.
Shalat Sunnah: Laksanakan shalat dua rakaat sebelum mulai berniat di miqat.
2. Sunnah Memakai Ihram: Menggetarkan Langit dengan Talbiyah
Saat kain putih tanpa jahitan sudah melekat, identitas duniawi ditanggalkan. Inilah saatnya memperbanyak dzikir lisan.
Pakaian Rapi: Pastikan kain ihram bersih dan dikenakan dengan benar.
Gema Talbiyah: Lantunkan “Labbaik Allahumma labbaik…” secara terus-menerus dengan suara yang jelas (bagi pria) sepanjang perjalanan menuju Makkah hingga sebelum memulai Thawaf.
3. Sunnah Thawaf: Gerakan Penuh Makna di Sekeliling Ka’bah
Thawaf bukan sekadar berputar, melainkan simbol ketaatan total kepada Sang Pencipta.
Idtiba’: Khusus pria, sampirkan bagian tengah kain ihram di bawah ketiak kanan dan ujungnya di bahu kiri (bahu kanan terbuka).
Ramal: Berjalan cepat dengan langkah pendek pada tiga putaran pertama (khusus pria).
Hajar Aswad: Berusaha mengusap atau mencium Hajar Aswad jika situasi memungkinkan dan tidak menyakiti orang lain. Jika tidak, cukup berikan isyarat (istilam).
Doa di Maqam Ibrahim: Shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah Thawaf usai.
4. Sunnah Sa’i: Menapak Tilas Kesabaran Siti Hajar
Di antara bukit Shafa dan Marwah, terdapat ruang untuk mengadu dan memohon kepada Allah.
Menghadap Kiblat: Saat berada di puncak Shafa dan Marwah, menghadaplah ke arah Ka’bah sambil mengangkat tangan dan berdoa.
Lari-Lari Kecil: Lakukan lari kecil (bagi pria) saat melintasi area yang ditandai dengan lampu hijau.
Dzikir Tak Putus: Manfaatkan lintasan Sa'i untuk terus berdzikir dan membaca doa-doa sesuai hajat pribadi.
5. Sunnah Setelah Tahallul: Simbol Kelahiran Kembali
Tahallul menandai berakhirnya larangan ihram. Ada keutamaan tersendiri dalam cara memotong rambut.
Gundul (Halq): Bagi pria, mencukur habis rambut kepala jauh lebih utama dan didoakan tiga kali oleh Rasulullah SAW dibandingkan hanya memotong sebagian.
Merata: Jika tidak digundul, pastikan potongan rambut merata di seluruh bagian kepala.
Doa Syukur: Ucapkan syukur karena telah diizinkan menyelesaikan rangkaian ibadah dengan sempurna.
6. Amalan Sunnah di Tanah Suci: Memanen Pahala Tak Terbatas
Mumpung berada di "rumah" Allah, jangan sia-siakan setiap detiknya untuk amalan tambahan.
Iktikaf di Masjid: Perbanyak waktu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, terutama di antara waktu shalat.
Khatam Al-Qur’an: Targetkan membaca atau mengkhatamkan Al-Qur’an di depan Ka’bah.
Sedekah Subuh: Berbagi kepada sesama jamaah atau petugas di Tanah Suci membawa keberkahan tersendiri.
Ziarah Bersejarah: Mengunjungi tempat seperti Jabal Nur atau Masjid Quba (di Madinah) untuk menambah wawasan sejarah Islam.
Ibadah umroh yang mabrur adalah kombinasi antara ketaatan pada rukun dan kecintaan pada sunnah. Dengan persiapan yang tepat, Anda tidak hanya membawa pulang kenangan, tapi juga perubahan spiritual yang nyata.